MUHAMAD RIZKY JULIAN 10 JULI 2015

IBU YANG TRAKTIR KALIAN YA NAK

Dikisahkan sepasang suami istri yang dikaruniai rumah tangga bahagia dan memiliki dua anak laki-laki dan perempuan. Pada suatu hari sang suami (sebut saja namanya Andre) menyusun acara makan malam bersama istri dan anaknya di sebuah restaurant. Keluarga bahagia ini memang terbiasa sesekali meluangkan waktu untuk makan malam bersama demi menjamin keharmonisan dalam rumah tangga mereka.

Namun makan malam hari ini ada yang berbeda dari biasanya, sang istri (sebut saja Desi) bertanya dengan penuh kelembutan kepada suaminya Andre.

Desi : "Mas, kamu yakin makan malam kali ini tidak mau mengajak wanita lain ? "

Sontak Andre kaget dengan pertanyaan istrinya tersebut, dalam hatinya sempat bertanya apakah istrinya dapat berita-berita gosip dari teman-teman sekantornya, sedangkan selama ini Andre tidak pernah menutup diri soal kegiatan dan pekerjaan diluar rumahnya.

Andre : "Maksudnya.... wanita siapa ya Mah? " tanya Andre sambil terheran

Sambil tersenyum-senyum Desi melihat tingkah suaminya yang agak kikuk dia menjawab

Desi : " Maksudku, Ibu kamu Mas, kenapa kamu gak ajak makan malam saja sekalian." tanya Desi sambil tersenyum " Jujur aku kangen sama ibu kamu Mas, kepingin rasanya menyenangkan Ibu, beliau juga orang tuaku Mas... "

Atas permintaan istrinya yang begitu menginginkan ibunya untuk diajak makan malam, akhirnya Andre tidak bisa menolak permintaan tersebut. Memang semenjak pernikahannya Andre sangat jarang sekali mengunjungi ibunya walau hanya untuk sekedar menjenguk ataupun singgah sebentar dirumah ibunya karena Andre terlampau sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak sempat mengunjungi ibunya yang sudah renta tersebut, dia hanya mengirimkan uang bulanan saja.

Andre : " Baiklah, aku akan ajak Ibu untuk ikut makan malam bersama kita "

Andre pun menjemput ibunya untuk mengajak makan malam bersama istri dan anak-anaknya, sebelumnya sang ibu merasa heran kenapa tiba-tiba Andre mengajak ibunya keluar makan malam, namun sang ibu tidak dapat menolak permintaan Andre.

Sesampainya di restaurant tersebut, putera dan puteri Andre sangat gembira bisa bertemu dengan nenek mereka. Desi pun gembira melihat mertuanya bisa bergabung dan merasakan kehangatan dalam keluarga mereka.

Setelah semua duduk di meja makan, Andre menyodorkan menu makanan kepada ibunya, sontak Desi pun mengernyitkan dahinya

Desi : "Mas, kok begitu sih? Kamu tanya dong, Ibu mau pesan apa!"

Sang ibupun heran menatap Andre, begitu asing dirinya dimata anaknya itu

Ibu : "Nak, apakah kesibukan mu telah membuatmu lupa bahwa ibu tidak bisa membaca dan menulis ? "

Andre : "Mhh...Oh...iya aku lupa, maaf ya Bu ! Ya sudah, aku pesankan saja ya Bu, ibu tau makan saja ya....?" seru Andre.

Lagi-lagi Desi menegur Andre karena memperlakukan ibunya seperti itu. Lalu sang Ibu terdiam sejenak di meja makan.

Ibu : "Nak, dulu sewaktu kamu kecil, Ibu menawarkan menu makanan satu persatu untukmu karena kamu belum mengerti nama-nama makanan, sekarang maukah kamu membacakan makanan-makanan untuk ibu Nak?"

Desi menatap mertuanya yang begitu renta dengan mata yang berkaca-kaca.

Andre : "Baik....baik Bu, aku bacakan satu-satu ya, Ibu dengarkan ya supaya saya tidak mengulangi membacanya.

Desi tak dapat menahan air matanya hingga ia pun menangis karena melihat sikap suaminya kepada Ibu yang mengandungnya.
Namun sang Ibu begitu sabar menghadapi tingkah laku anaknya, Ibu pun masih tetap tersenyum karena terhibur rona merah wajah cucu-cucunya yang masih kecil.
Seusai makan malam bersama, sang Ibu pun bahagia telah bisa menghadiri undangan acara makan malam bersama.

Ibu : "Ibu ucapkan banyak terimakasih kepada kalian, telah sudi mengundang ibu untuk makan malam bersama kalian, setelah penantian lama akhirnya Allah mengabulkan do'a Ibu agar bisa makan malam bersama kalian, semoga Allah melapangkan rezeki kalian Nak...."

Desi : "Ibu, aku janji besok-besok aku akan sering ajak ibu makan malam bersama kami dan aku juga akan ajak ibu bepergian bersama kami, Ibu gak usah sungkan ya Bu!" Kedua mata Desipun berkaca-kaca menahan deraian air matanya.

Ibu : "Inshaa Allah ini sudah cukup Nak, selanjutnya Ibu yang akan traktir kalian ya, ibu kepingin bisa traktir kalian makan malam di restaurant ini". Kata sang Ibu sambil tersenyum.

Desi : "Tapi Bu, restaurant ini kan menunya mahal, Ibu dapat uang dari mana untuk mentraktir kami di restaurant ini, sedangkan Mas Andre saja memberikan kiriman uang kepada ibu hanya secukupnya untuk ibu makan saja!" tutur Desi sambil menangis.

Ibu : "Ibu selalu kumpulkan uang kiriman dari Andre setiap Bulan, memang ibu sisihkan untuk sewaktu-waktu menyenangkan kalian semua, karena Ibu ingin berkumpul bersama kalian"

Andre : " ya sudah kalau memang ibu pengennya seperti itu ga perlu di larang Mah, ibu kan memang keras wataknya!" tegas andre.

Desi : "Mas, bisa gak sedikit saja kamu jaga perasaan ibu kamu yang telah melahirkan kamu?"

Ibu : "Sudah....sudah....Ibu minta maaf kalau kehadiran ibu membuat acara makan malamnya jadi begini, lebih baik kita pulang saja karena sudah malam."

Merekapun beranjak pulang dengan perasaan canggung pada diri masing-masing, namun sang ibu tetap menyimpan kebahagiaan karena kesempatan makan malam bersama puteranya yang tidak pernah dijumpainya itu.

Selang satu minggu berjalan setelah acara makan malam itu, Andre terheran mendapatkan undangan dari restaurant yang ia kunjungi bersama keluarganya tempo hari. Tanpa pikir panjang Andre dan Desi pun memenuhi undangan makan malam di restaurant tersebut bersama kedua buah hatinya, pada awalnya Andre berfikir bahwa undangan tersebut dari klien kerjanya.
Sesampainya disana, pelayan restaurant membawakan sepucuk surat yang dititipkan oleh seseorang untuk Andre.

Andre semakin heran, sebetulnya siapa yang mengundang keluarganya untuk makan malam di restaurant mewah tersebut.

Pelayan : " Mohon maaf Pak, seseorang telah menitipkan surat ini kepada kami untuk anda dan beberapa hari yang lalau Ibunda anda membayar semua makan malam yang akan kami sediakan untuk keluarga bapak."

Andre : "Lalu kemana Ibu saya?"

Pelayan : "mhh...anu...mmhh... Sebelumnya kami dapat titipan surat ini, yang menitipkan surat mengabarkan kepada kami bahwa ibu anda sudah meninggal kemarin dan makan malam ini adalah hadiah dari Ibu anda Pak. "

Andre dan Desi seolah tidak percaya dengan kabar tersebut, Andre pun menangis menyesal sambil membuka dan membaca surat yang dititipkan. Dalam surat itu sang Ibunda mengutarakan bahwa makan malam tersebut adalah janji yang Ibunda utarakan beberapa hari yang lalu untuk mentraktir Andre dan keluarganya.

Desi dan Andre begitu mereasa kehilangan sosok seorang Ibu yang belum sempat mereka bahagiakan saat akhir hayatnya.

Sambil bersujud Andre mengenang betapa keras sikapnya terhadap Ibunda yang mengandung dan melahirkannya, betapa penyesalan itu tiada artinya lagi.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment